5 Tahapan Cara Budidaya Kambing Etawa Dari Permulaan Sampai Berhasil
Kambing etawa merupakan salah satu hewan ternak hasil persilangan kambing jamnapari asal India dengan ras kambing setempat yang cukup terkenal di pasaran. Terlebih peminat olahan daging kambing ini sangat besar. Tak ayal bila lalu budidaya kambing etawa jadi bisnis paling menggiurkan yang bisa dijajal tahun ini.
Keuntungan Beternak Kambing Etawa
Seakan minim resiko merugi, berikut ialah beberapa keuntungan yang mampu diperoleh tatkala peternak menetapkan untuk membudidayakan kambing etawa.
Baca Juga : Panduan Lengkap Cara Ternak Kambing Gibas untuk Pemula
1. Pangsa Pasar Cukup Luas

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, pasar bagi kambing etawa sangatlah luas di Indonesia. Selain banyak disajikan sebagai sajian masakan berat di aneka macam restoran dan warteg kota, kambing etawa juga banyak didaftarkan untuk kebutuhan lomba mengenang bentuk tubuhnya yang tambun dan memiliki bulu lebat.
Hingga saat ini, tersebar 2 jenis hasil ternak kambing etawa, adalah daging dan susu. Konon, rasa susu kambing etawa serupa dengan ASI loh! Dan lagi, nutrisi yang terkandung di dalamnya sangat bervariasi. Sebut saja kalsium, vitamin A, B6, B12, C, mineral, 8 asam amino, acid nikotinic, thiamin, seng, selenium, magnesium, fosfor, riboplavin, dan juga niacin.
Bukan hanya itu saja, ketika tiba momen-momen tertentu, seruan akan kambing etawa di pasar melonjak pesat. Misalnya saja dikala hari raya Idul Adha, dimana momen tersebut mensunnahkan umat islam untuk berkurban baik itu kambing maupun sapi yang selanjutnya akan disembelih dan dibagikan kepada masyarakat sekitar. Bisa dikatakan, bisnis ini tidak pernah sepi konsumen!
2. Prosedur Pembudidayaan Mudah
Tidak memerlukan perlakuan khusus, hampir semua jenis kambing tergolong pula kambing etawa, tergolong gampang untuk dibudidayakan. Hal tersebut tidak dilepascan dari sejumlah faktor pendukungnya seperti dapat dikembangbiakan di lahan seadanya, serta abad hidup kambing yang relatif lebih lama.
3. Masa Panen Cepat
Selain mudah dipelihara, kambing etawa memiliki periode panen yang relatif cepat daripada jenis hewan ternak lainnya. Dengan begini, peternak tak perlu menanti waktu terlalu lama untuk mampu menikmati tiap sen manfaatnya.
Diketahui, dalam periode waktu 1 tahun, peternak mampu menciptakan kurang lebih 30 anak kambing dari perkawinan antara 3 kambing etawa jantan dan 4 kambing betina.
Dengan perkiraan usia kambing etawa siap panen ialah 8 sampai 12 bulan dan bisa terjual dengan kisaran harga Rp 4 jutaan, maka dalam setahun peternak potensial meraup untung sampai Rp 48 jutaan. Cukup menggiurkan ya?
Baca Juga : Jenis-Jenis Kambing Budidaya dan Trik Merawat yang Benar
Panduan Budidaya Kambing Etawa
Meskipun perawatan kambing etawa relatif mudah untuk dikerjakan, bahkan untuk para pemula sekalipun, tetapi tetap ada beberapa bimbingan dan hukum yang harus dipenuhi biar kemajuan kambing lebih maksimum. Lebih detailnya yakni sebagai berikut:
1. Persiapan Kandang

Dalam bisnis peternakan kambing etawa, pengerjaan sangkar bisa dijalankan di daerah yang jauh dari hingar bingar penduduk. Hal tersebut bermaksud semoga masyarakat disekitar peternakan tidak merasa terusik atas segala aktivitas budidaya kambing yang dijalankan. Paling tidak, jarak antara kandang dan pemukiman masyarakatterdekat adalah 10 meter.
Peternak mampu menggunakan kayu atau bambu sebagai material utama pengerjaan sangkar. Pastikan untuk membuat konstruksi yang kuat guna meminimalisir resiko ambruknya kandang. Jika ditilik dari segi ongkos maupun penggunaan, material kayu atau bambu diklaim lebih murah nan efektif ketimbang beton semen.
Adapun ukuran ideal sangkar etawa remaja yaitu 1,5 x 1,5 meter untuk setiap ekornya. Kandang perlu diberi ventilasi yang layak supaya sirkulasi udara bisa bebas keluar masuk ruangan.
2. Pemilihan Bibit Berkualitas
Keberhasilan budidaya kambing etawa banyak dipengaruhi oleh mutu bibit atau anakan kambing. Semakin baik mutu bibitnya, akan semakin baik pula hasil panen nantinya. Pada fase ini, pembelian bibit melalui peternak besar yang menjamin kualitas ternaknya bisa dijadikan pilihan alternatif.
Ketika hendak menentukan bibit sendiri, cobalah untuk mempelajari silsilah keturunannya terlebih dahulu, baik itu untuk bibit kambing etawa jantan maupun betina, yang mana keduanya mempunyai karakteristik berbeda.
Bibit kambing etawa yang hendak dijadikan pejantan seharusnya mempunyai bentuk tubuh besar dengan kaki kuat serta tidak memiliki cacat fisik barang sedikitpun. Disamping itu, usia kambing etawa jantan mesti lebih dari 1,5 tahun.
Sedangkan untuk kambing etawa betina, haruslah memiliki bentuk badan besar nan proporsional, terbebas dari diagnosa penyakit, berkaki lurus, dan mempunyai jumlah puting lengkap.
3. Pemberian Pakan
Pemberian pakan kambing etawa termasuk sungguh praktis. Peternak dapat memperlihatkan pakan berbentukrumput atau dedaunan segar selaku sajian terutama. Selain itu, berikan pula pakan suplemen yang kaya akan nutrisi mirip halnya tepung ikan, kacang-kacangan, dan vitamin.
Ada baiknya petani menjemur pakan hijauannya selama kurang lebih 2 jam sebelum alhasil memberikannya pada binatang ternak. Upaya ini diharapkan untuk menghindari resiko keracunan maupun paparan basil penyebab penyakit.
Jika memungkinkan, usahakan untuk menciptakan pakan sendiri dengan komposisi materi-materi berkualitas yang kaya akan nutrisi mirip bungkil kelapa dan bekatul dengan porsi 1:3.
Pakan tambahan tersebut mampu diberikan secara rutin sebanyak 2 kali sehari, yakni di pagi dan sore hari. Pastikan pula untuk menyertakan mineral dengan menghidangkan air minum 1,5 liter dan secukupnya garam beryodium pada kambing etawa.
4. Masa Perkawinan
Dalam 1 kali reproduksi, rata-rata kambing etawa bisa melahirkan 1 hingga 3 ekor kambing dengan range melahirkan sebanyak 3 kali dalam kala 2 tahun. Perkawinan kambing etawa idealnya dilangsungkan ketika indukan betina telah berusia 10 bulan dengan ciri terus mengibaskan ekornya, nafsu makan yang menurun, serta alat vital yang terlihat nanah. Umumnya, abad kehamilan yang dialami kambing etawa betina berlangsung sekitar 5 bulan, dan sehabis kambing etawa sukses melahirkan, mereka memerlukan waktu 2 bulan penuh untuk beristirahat.
Selama waktu tersebut, peternak mesti mempertahankan kebersihan kandang dan indukan betina, pun dengan teladan makannya. Sehingga kondisi indukan etawa pasca melahirkan tidak akan menurun atau bahkan gampang terserang penyakit berbahaya seperti cacingan maupun kudisan.
Baca Juga : Analisa dan Cara Budidaya Kambing Kacang untuk Pemula
5. Pemanenan

Saat memasuki periode panen, peternak mesti memisahkan kategori kambing hasil budidaya. Apakah kambing tersebut akan dijadikan selaku kambing susu perah atau kambing pedaging.
Kisaran harga kambing etawa di pasaran cukup fluktuatif, bergantung pada mutu, trend, dan bobot kambing etawa itu sendiri.
Biasanya, kambing pedaging mampu mulai dipasarkan dikala umurnya meraih 8-12 bulan dengan kisaran harga Rp 2 juta hingga Rp 4 juta. Sementara untuk kambing etawa yang pantas diikutkan kontes mampu mulai disediakan saat usianya 1,5 tahun dengan harga Rp 4 juta sampai Rp 6 jutaan saja.
Kini, budidaya kambing etawa tak lagi jadi masalah rumit yang sulit untuk dipecahkan. Hanya dengan modal yang tak terlalu besar dan sedikit usaha dalam perawatannya, untung besar mampu diraup dalam era waktu singkat!
Jangan lupa untuk ikuti kemajuan situs web kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram TrikMerawat.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.
Komentar
Posting Komentar