Budidaya Kacang Bogor Dari Benih Sampai Tumbuh Subur
Kacang Bogor (Vigna subterranean) menjadi salah satu jenis kacang-kacangan yang banyak disenangi oleh masyarakat selaku camilan lezat bernutrisi atau olahan makanan. Dinamakan kacang Bogor sebab kacang ini lebih sering dijajakan di kota hujan, Bogor. Namun, sebagian besar budidaya kacang Bogor justru dilakukan di daerah lain seperti Sukabumi, Pati, dan Lampung.
Mungkin kacang Bogor belum menjadi perhatian sarat di negara Indonesia. Akan namun, di tempat asalnya, ialah Afrika Barat, flora ini telah mendapat banyak perhatian lewat banyaknya observasi bahwa kacang Bambara merupakan sumber pangan yang prospektif.
Itulah mengapa, seringkali budidaya kacang Bogor menjadi incaran masyarakat selaku kesempatan bisnis yang menjanjikan. Lalu, bagaimana cara budidaya kacang Bogor dari mulai benih hingga tumbuh subur dan menghasilkan panen yang maksimal? Mari simak selengkapnya di klarifikasi berikut ini:
Budidaya Kacang Bogor sebagai Peluang Bisnis
1. Syarat Tumbuh
Sebelum mempertimbangkan bibit dan lokasi penanaman, Anda perlu mengetahui syarat tumbuh kacang Bogor terlebih dulu. Beberapa syarat tumbuh tumbuhan kacang Bogor yang perlu diamati ialah selaku berikut:
- Lokasi perkembangan kacang Bogor adalah di daerah yang subur dengan suhu rata-sata 19 hingga 27 derajat Celcius.
- Tumbuh di kawasan dengan penyinaran matahari yang cukup.
- Lokasi budidaya kacang Bogor memiliki curah hujan berkisar 500-3.500 mm/th.
- Tanaman ini akan tumbuh dengan baik di ketinggian 1.520 m dpl.
- Tingkat keasaman (pH) tanah berkisar 5-6,5, tetapi tumbuhan ini toleran dengan pH 4,3.
- Dalam proses pertumbuhannya memerlukan drainase yang bagus dengan struktur tanah yang ringan agar ginofor mudah menembus dan berkembang di dalam tanah.
Perlu dikenali, ginofor ini merupakan tangkai kepala putik yang timbul setelah bunga mekar. Kemudian beliau akan memanjang, dan bertumbuh menuju dan menembus tanah untuk mengawali pembentukan polong.
Baca Juga: Inilah Teknik Sukses Budidaya Kacang Kapri Cepat Kaya Raya
2. Pengolahan Tanah
Pengolahan tanah dianjurkan dilakukan 1 minggu sebelum penanaman, yaitu dengan cara dicangkul atau dibajak. Jangan lupa untuk menawarkan pupuk kandang sebanyak 3 ton per hektar pada dikala pembuatan tanah berjalan.
3. Perendaman Benih Kacang Bogor
Rendam benih kacang Bogor ke dalam air hangat dengan suhu 40-45 derajat Celcius selama kurang lebih 10 menit. Air rendaman ini sebaiknya memakai air bungkus atau air matang yang telah direbus sebelumnya. Setelah direndam, ambil biji menggunakan saringan dan basuh dengan air higienis (air matang). Kemudian tiriskan dan biarkan di udara terbuka sampai kering dengan sendirinya. Atau diangin-anginkan dengan cara dihembuskan kipas angin biar cepat kering.

4. Penyemaian Benih
Dalam tahapan penyemaian, siapkan wadah berbentuknampan, tray, atau kaleng bekas. Lubangi bab wadah seperlunya untuk sirkulasi air. Sehari sebelum disemai, isi wadah dengan media semai hingga ¾ bagian. Media semai ini berupa tanah, pasir / sekam, dan kompos, dengan perbandingan yang sama adalah 1:1:1.
Benih yang sudah kering tadi kemudian dimasukkan ke dalam media semai dengan kedalaman 0,7-1,2 cm. Setelah itu, semprotkan air dengan halus menggunakan spray. Jika sudah, silakan tutup wadah semai dengan plastik bening yang telah diberi 3-5 lubang untuk sirkulasi udara.
Baca Juga: 6 Cara Budidaya Kacang Hijau yang Benar dan Panen Melimpah
Pindahkan wadah semai ke tempat yang terkena sinar matahari pribadi. Apabila media semai kering, maka Anda hanya perlu membuka plastiknya saja dan semprotkan air secara halus, lalu tutup kembali.
Pada saat benih mulai muncul kecambah, buka tutup plastiknya. Pada tahapan ini Anda perlu hati-hati dan teliti alasannya media tersebut jangan hingga kering dan jangan terlalu lembap. Caranya ialah dengan menyemprotkan air secara halus 1-2 kali sehari apabila media semai mengering.
Benih akan mulai bertunas pada umur 7-16 hari. Dan tahap persemaian ini bisa Anda akhiri setelah flora mempunyai 3-4 helai daun.

5. Tahap Penanaman
Pada tahap penanaman, Anda perlu menyiapkan wadah berupa polybag, pot, atau kaleng bekas. Sebelumnya, lubangi wadah apalagi dulu di bab bawahnya. Lalu masukkan batu-kerikil kecil agar lubang tidak tersumbat oleh tanah.
Sehari sebelum proses penanaman bibit, isi pot dengan media tanam hingga ¾-nya. Komposisi media tanam kacang Bogor ini berbentuktanah : pasir / sekam : kompos = 2 : 1 : 1. Bibit yang sudah timbul 3-4 helai daun tadi mampu Anda pindahkan ke dalam media tanam.
Caranya adalah dengan membuat lubang lebih dulu di polybag. Kemudian ambil bibit beserta tanah di sekitar akarnya. Masukkan ke lubang media tanam dengan posisi tegak, kemudian tambahkan tanah di sekitarnya.
Letakkan polybag tersebut ke kawasan terang, namun kondusif dari hujan. Baru sehabis tumbuh daun, Anda bisa memindahkannya ke tempat terbuka. Untuk berikutnya, kerjakan proses perawatan terhadap tanaman kacang Bogor tersebut.
6. Perawatan Tanaman Kacang Bogor
Dalam budidaya kacang Bogor dikala media condong kering, maka lakukan penyiraman 2 kali sehari, ketika pagi dan sore. Namun jikalau media tanam cenderung lembab, maka siram sehari sekali, pagi atau sore.
Selanjutnya kerjakan pemupukan sesuai dengan isyarat yang tertera di kemasan pupuk. Jika bibit yang ditanam tidak tumbuh dengan tepat atau rusak atau mati, kerjakan penyulaman dengan secepatnya.
Jika di sekitar tanaman terdapat gulma, kerjakan penyiangan dengan mencabuti gulma tersebut, lalu gemburkan tanah di sekeliling tanaman.
Biasanya, tumbuhan kacang Bogor rentan kepada hama thrips, kutu daun, kutu kebul, tungau, ulat grayak, dan sebagainya. Kemunculan hama ini sering terjadi di animo kemarau. Jika hama timbul di satu pot tanaman, maka secepatnya kerjakan pengendalian hama dengan menyemprotkan insektisida untuk hama serangga dan akarisida untuk tungau. Penyemprotan mampu dikerjakan setiap seminggu sekali sesuai dengan takaran. Pengendalian hama secara cepat ini untuk menanggulangi supaya hama tidak menyebar ke tumbuhan yang yang lain.
Baca Juga: Syarat Budidaya Kacang Panjang dan Metode Pemupukannya
Jika tumbuhan teridentifikasi terkena penyakit, mirip rebah kecambah, layu basil, layu (fusarium), antraknosa, busuk daun (choanephora), hawar phytophthora, bercak daun (cercospora), bercak basil, bau lunak basil, keriting kuning, dan sebagainya, maka segera lakukan pengendalian dengan menyemprotkan fungisida setiap sepekan sekali sesuai takaran. Anda bisa melihat isyarat dosis di dalam kemasan fungisida yang Anda miliki.
Pengendalian penyakit pada tumbuhan kacang Bogor ini sama halnya dengan pengendalian penyakit. Jika tumbuhan disangka terkena penyakit, maka eksklusif kendalikan, jangan sampai menyebar ke tumbuhan yang lainnya. Karena penyebarannya cukup cepat.
Tahap perawatan yang lainnya dalam budidaya kacang Bogor yaitu bila tanah di sekitar tanaman mulai tergerus akibat penyiraman, atau ada akar yang timbul ke permukaan tanah, atau perkembangan kacang agak miring dan tidak tegak, maka secepatnya lakukan pembumbunan (penambahan tanah di sekeliling pangkal tumbuhan).

7. Panen
Masa panen pertama dari masing-masing tanaman kacang Bogor ini berlawanan-beda, tergantung kualitas masing-masing benih awal, lingkungan, keadaan sekitar pembenihan dan penanaman, serta tahap perawatan itu sendiri. Biasanya panen kacang Bogor ini telah bisa dilaksanakan berkisar 90-127 hari sehabis tanam.
Demikian cara budidaya kacang Bogor yang perlu Anda pahami. Jika Anda melakukan tahapan budidaya dengan baik dan benar sesuai mekanisme maka produktivitas kacang ini pun akan tinggi dan menghasilkan keuntungan yang maksimal.
Jangan lupa untuk ikuti kemajuan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram TrikMerawat.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.
Komentar
Posting Komentar