Budidaya Lumut Untuk Tumbuhan Bonsai MembuatCepat Kaya Raya


Budidaya lumut ternyata mampu menjadi sebuah bisnis yang prospektif lo! Apalagi jika budidaya lumut ini digunakan untuk menghias flora bonsai. Bisa membuatAnda cepat kaya raya pastinya.





Untuk bisa menciptakan lumut berkembang di dalam pot, lebih tepatnya di atas media tanam bonsai, adalah ada 2 cara. Pertama dengan menanam bibit lumut, dan kedua dengan menciptakan lumut tumbuh dengan sendirinya.





(Sumber: 2.bp.blogspot.com)




Dari kedua cara tersebut, cara yang paling sederhana dan pada umumnya dijalankan oleh pecinta bonsai yakni memindahkan bibit lumut dari habitatnya ke dalam pot. Hal ini menjadi cara yang paling mudah sebab tidak mengkonsumsi waktu yang lama. Sementara kalau Anda melaksanakan cara kedua, maka perlu waktu usang untuk lumut berkembang dengan sendirinya. Bahkan mampu berbulan-bulan. Oleh akibatnya, gunakan cara yang gampang dan mudah sehingga Anda bisa mendapatkan hasil yang optimal.





Tahap Persiapan





Pada tahap antisipasi ini, hal yang perlu Anda lakukan adalah menawarkan wadah flora, tanaman bonsai dan bibit lumut. Untuk wadah, terserah mau menggunakan apa pun. Bisa mangkok, bak kecil, pot, atau barang-barang bekas.





Baca Juga: Cara Budidaya Bonsai Serut Merah Bernilai Jual Tinggi





(Sumber: 1.bp.blogspot.com)




Anda juga perlu skrap atau sendok semen, kantong plastik transparan, serta tanah merah atau serbuk genteng dan kerikil bata untuk bahan menempelkan lumut.





Untuk proses pengumpulan lumut itu sendiri, gunakan skrap untuk mencabut / mencungkil lumut yang melekat di kerikil atau lokasi yang teduh, kemudian masukkan ke wadah yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Selanjutnya, Anda bisa mulai menata lumut di atas media tanam di dalam pot bonsai dengan tanah merah atau serbuk genteng / batu bata.





(Sumber: 3.bp.blogspot.com)




Budidaya Lumut pada Tanaman Bonsai Termudah dengan Tanah Merah





Salah satu cara untuk budidaya lumut pada tanaman bonsai yang paling mudah dikerjakan ialah memindahkan bibit lumut ke media tanam di dalam pot bonsai. Langkah pertama yang perlu Anda kerjakan adalah menyanggupi kebutuhan hidup lumut, ialah tanah merah yang lembab.





Cara ini mampu Anda kerjakan dengan syarat tipe media tanam telah disukai flora bonsai, artinya bonsai tidak gres tumbuh atau tidak baru dipindahkan ke dalam pot yang masih menggunakan media tanam racikan (media tanam siap pakai). Sebab, bila Anda salah dalam pengaplikasian hal ini, maka tanaman bonsai yang gres dipindahkan ke pot ini akan mati alasannya aspek kelembaban lumut.





Berikut langkah-langkah yang dapat Anda lakukan dalam teknik pemindahan bibit lumut ke dalam pot:





1. Tutup Seluruh Metan dengan Tanah Merah





Langkah pertama yang perlu Anda lakukan yakni menutup semua permukaan media tanam (metan) yang ada di pot bonsai dengan tanah merah. Atur sampai tebalnya mencapai 0,5 sampai 1 cm. Setelah itu, diamkan selama 5-7 hari biar tanah merah merekat / melekat semuanya. Jangan lupa juga untuk tentukan tanah senantiasa dalam keadaan lembab.





2. Siapkan Bibit Lumut dan Letakkan di Atas Tanah Merah





Setelah tanah tampakmenyatu dengan media tanam, Anda bisa mulai merencanakan bibit lumut, kemudian meletakkannya ke atas tanah merah tersebut. Sebagai catatan, lumut yang manis untuk bonsai ini yaitu lumut genteng dan lumut kerikil, yang mana ketinggiannya cuma 3-7 milimeter saja.





3. Tunggu Lumut Meluas





Dalam proses budidaya lumut untuk bonsai ini, jika bibit lumut sudah diletakkan di atas tanah merah, tahap selanjutnya adalah menunggunya sampai berkembang meluas. Ini butuh waktu beberapa hari hingga lumut meningkat biak dengan baik dan menutup seluruh tanah merah yang ada di dalam pot.





(Sumber: Cdn-image.hipwee.com)




Cara Membuat Lumut Tumbuh Alami dengan Serbuk & Kerikil Tanah Merah





Selain menanam lumut di atas tanah merah, Anda juga bisa melakukan cara lain yaitu dengan teknik yang lebih alami menumbuhkan lumut dengan serbuk atau batu kecil dari tanah merah. Serbuk dan kerikil ini bisa didapatkan dari penggilingan atau penghancuran genteng tanah maupun watu bata. Sebaiknya gunakan genteng dan batu bata bekas yang lembab, karena menciptakan lumut lebih cepat berkembang daripada menggunakan yang masih kering / gres.





Langkah-langkahnya hampir sama dengan menumbuhkan lumut di atas tanah merah, tetapi pasti ada beberapa perbedaan. Berikut tahapan budidaya lumut pada flora bonsai memakai serbuk dan batu genteng / watu bata lembab:





Baca Juga : Mengintip 5 Cara Merawat Bonsai Agar Tidak Mudah Mati





1. Hancurkan Genteng / Batu Bata





Pilih genteng atau batu bata yang telah lembab dan masih utuh (berskala besar), lalu hancurkan dengan cara menumbuknya dengan palu atau batu koral.





2. Taburkan ke Atas Metan





Setelah seluruh genteng atau watu bata yang lembab telah dihancurkan menjadi serbuk-serbuk kecil dan dalam jumlah yang banyak, taburkan ke atas media tanam yang ada di dalam pot yang telah ditumbuhi bonsai. Taburkan hingga seluruh permukaan media tanam tertutup dengan ketebalan sekitar 1 cm.





3. Siram Air





Jika metan telah tertutup oleh serbuk, siram dengan air higienis hingga seisi pot berair. Diamkan beberapa menit sampai air surut dan tidak menggenang di permukaan atas.





4. Tutup Metan dengan Plastik Transparan





Selanjutnya tutup media tanam memakai plastik transparan (bening), lalu letakkan di tempat yang teduh dan terhindar dari sinar matahari. Ingat, cuma metannya saja yang ditutup, tumbuhan bonsai tidak perlu. Diamkan sampai 7-14 hari hingga lumut berkembang. Hal ini tergantung pada kawasan penyimpanannya. Namun lazimnya bila telah 14 hari lebih, lumur akan terus tumbuh menjadi banyak setiap harinya.





Kedua cara budidaya lumut di atas media tanam di dalam pot bonsai ini ialah hal yang paling biasa digunakan. Karena selain mudah, Anda juga tak perlu menanti usang untuk lumut tumbuh sempurna.





Jenis-jenis Lumut yang Cocok untuk Tanaman Bonsai





Ada berbagai jenis lumut yang dibudidayakan selaku penghias flora bonsai, di antaranya:





  • Bryum agenteum dan Ceratodon purpureus




Baca Juga: Panduan Lengkap Budidaya Vertikultur di Lahan yang Sempit





Kedua spesies lumut ini paling baik digunakan pada tanah alkaline. Kelebihan dari lumut-lumut ini mampu bertahan pada keadaan yang kering. Anda mampu menemukannya tersebar di retakan-retakan jalan, trotoar, maupun selip-selip jembatan.





(Sumber: 1.bp.blogspot.com)




Lumut Bryum dan Ceratodon mempunyai perkembangan yang lambat karena berkembang dengan tegak dalam koloni yang sempit dan sedikit menyebar ke luar. Spesies ini tetap hijau bahkan selama trend kemarau.





(Sumber: 1.bp.blogspot.com)




  • Atrichum dan Polytrichum




Kedua jenis lumut ini memiliki tampilan dan tekstur yang berlawanan. Kebalikan dari kedua jenis lumut yang sebelumnya, Atrichum dan Polytrichum justru menyukai di keadaan tanah yang lembab dan mempunyai drainase yang bagus. Lumut ini juga sering disebut sebagai lumut karpet karena bentuknya yang berkoloni hampir ibarat permukaan karpet.





Baca Juga: Cara Merawat Kolam Renang Pribadi Bersih dan tidak Berlumut





(Sumber: 1.bp.blogspot.com)




Selain jenis-jenis lumut tersebut, spesies lain yang mampu digunakan untuk tumbuhan bonsai adalah Ctenidium, Hypnum, dan Thuidium. Perlu diketahui, beberapa seniman bonsai menggunakan spesies lumut Bryum alasannya adalah paling cepat tumbuh dan mampu merambat ke batang pohon bonsai.





Demikian budidaya lumut untuk tumbuhan bonsai yang perlu Anda ketahui. Jika lumut yang Anda tanam berubah kecoklatan atau terlihat kering, jangan ketakutan, sebab mampu jadi mereka mengalami transisi. Namun, seiring waktu dengan penyiraman yang rutin, mereka akan pulih menghijau kembali.





Jangan lupa untuk ikuti kemajuan situs web kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram TrikMerawat.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengatasi Asma Kambuh Tengah Malam

Resep Gulai Ikan Tuna Tanpa Santan Yang Enak Dan Lezat

Cara Menangani Ruam Popok Pada Bayi